Mengenal Manfaat Pohon Sengon Untuk Kesehatan

Mengenal Manfaat Pohon Sengon Untuk Kesehatan

Mengenal Manfaat Pohon Sengon Untuk Kesehatan

Sengon adalah sejenis pohon anggota suku Fabaceae. Pohon peneduh dan penghasil kayu ini tersebar secara alami di India, Asia Tenggara, Tiongkok selatan, dan Indonesia. Di beberapa daerah, pohon ini dikenal sebagai séngon, singon, sengon jåwå; jeungjing, jeungjing sunda; séngghung.

Berikut manfaat kesehatan dari pohon sengon.

1. Obat cemas
Kombinasi unik dari komponen aktif seperti quercetin, isoquercetin, saponin, dan polifenol memiliki dampak positif untuk tubuh. Sengon diketahui dapat membantu mengurangi gangguan stres dan cemas.

2. Mengurangi gejala depresi
Pohon jenis ini juga dapat meningkatkan suasana hati dengan menyeimbangkan kembali hormon dalam tubuh.

Pohon ini juga ampuh untuk meredakan perasaan ingin bunuh diri dan tantrum yang menjadi gejala depresi.

3. Obat tidur
Jika Anda mengalami sulit tidur, rebusan daun pohon sengon bisa membantu membuat tidur lebih nyenyak. Rebusan dipercaya dapat menenangkan saraf dan pikiran yang dapat merangsang tidur agar lebih nyenyak.

4. Mengatasi gangguan pernapasan
Tanaman jenis ini bermanfaat bagi mereka yang menderita asma, alergi, atau kondisi pernapasan kronis. Sengon secara signifikan membantu menghilangkan peradangan yang terjadi pada saluran pernapasan.

5. Antioksidan
Pohon sengon dikenal pula sebagai tanaman yang kaya akan kandungan antioksidan. Antioksidan membantu menangkal radikal bebas dalam tubuh.

6. Menjaga kulit sehat
Kandungan antiinflamasi dan antioksidan yang ada dalam pohon sengon bermanfaat untuk kesehatan kulit. Pohon sengon dipercaya dapat menenangkan sejumlah kondisi kulit seperti ruam, cacat, luka, jerawat, dan psoriasis.

Manfaat Kayu

Sengon menghasilkan kayu yang ringan sampai agak ringan, dengan densitas 320–640 kg/m³ pada kadar air 15%.  Agak padat, berserat lurus dan agak kasar, namun mudah dikerjakan. Kayu terasnya kuning mengkilap sampai cokelat-merah-gading; kekuatan dan keawetannya digolongkan ke dalam kelas kuat III–IV dan kelas awet III–IV. Kayu ini tidak diserang rayap tanah, karena adanya kandungan zat ekstraktif di dalam kayunya. Akan tetapi percobaan kuburan di Filipina mendapatkan bahwa kayu sengon A. chinensis hanya bertahan 16 bulan, sementara kayu langir A. saponaria tahan hingga 3 tahun dan kayu weru A. procera bahkan mencapai 10 tahun.

Kayu sengon biasa dimanfaatkan untuk membuat peti, perahu, ramuan rumah dan jembatan. Di Sabah, kayu A. chinensis diperdagangkan sebagai kayu ‘batai’, dalam campuran bersama kayu-kayu A. pedicellata dan Paraserianthes falcataria